Dulu agama hanya menjadi formalitas buat hidup gue seperti orang-orang islam indonesia kebanyakan lo cukup sholat dan mengaji cukup itu sudah menyelamatkan hidup lo dari yang namanya siksa neraka. Walaupun sejatinya gue dibesarkan dalam keluarga yang cukup religious tapi tetap aja yang namanya iman orang itu gak bisa diwariskan walaupun ayah anda seorang ulama atau nabi sekalipun. Oke langsung ke intinya dimulai tahun 2012 ada satu tempat usaha yang bangkrut dan gue berinisiatif buat mengakusisi tempat usaha ini dengan pengetahuan pas-pasan gue mengiyakan untuk membangun usaha antah berantah yang udah diujung tanduk. Bulan pertama adalah bulan yang masih sama asalkan kita gak rugi semua masih alhamdulillah, bulan kedua dan selanjutnya usaha ini terpuruk sampai gue harus nombok dari uang simpenan gue. karyawan yang gue pekerjakan ternyata adalah biang keladinya disitu gue belajar supaya jangan terlalu memberikan kepercayaan penuh pada siapa pun itu dan gue harus lebih selektif dalam memilah milih.
Ada satu momen dibulan sulit yang sama, karena jujur aja diusia yang masih 19 tahun waktu itu gue harus kejar-kejaran dengan tugas-tugas kuliah ditambah lagi usaha yang masih belum stabil membuat gue memutuskan untuk fokus ke salah satu dari pilihan yang diatas. Gue inget waktu itu ibu baru pulang dari pengajian beliau diam sejenak ngeliat mata gue dan bilang "Udah terusin aja nanti juga ada hasilnya" cuma itu jawaban ibu. Gue yakin ibu ngomong kaya gitu bukan tanpa dasar karena dari semua anggota keluarga menurut gue ibu adalah orang yang paling sukses dalam membangun usaha. Gue yang udah setengah putus asa akhirnya mencoba menyambungkan semangat lagi dengan kata-kata ibu yang tadi.
2 tahun berlalu penghasilan kasih ananda yang awalnya hanya mendapat laba bersih sekitar 1 juta perbulan lambat laun semakin naik, gue pun akhirnya lepas dari yang namanya minta jajan ke orang tua kecuali uang kuliah. Mulai tahun 2013 akhirnya gue bisa 50:50 sama ibu untuk bayar uang kuliah barulah di awal 2014 gue bener-bener bisa lepas dari yang namanya minta uang dari orang tua. Usaha keras tidak akan membohongi hasil dan gue selalu bersyukur allah selalu membukakan pintu rizkinya lebar-lebar buat gue walaupun didalam hati gue malu belum bisa memberikan kontribusi banyak untuk agama ini semoga allah mengampuni dosa-dosa diri yang hina ini.
Pertengahan 2015 adalah awal pertemuan gue dengan seorang wanita keturunan jawa Shaffiya namanya beliaulah yang suatu hari akan membukakan mata gue tentang apa itu yang namanya belajar ikhlas. Shaffiya banyak mengajarkan gue untuk pentingnya bersedekah setiap minggu beliau selalu mengingatkan gue tentang hal itu. Sejujurnya gue bersedekah biasanya cuma sama pengemis-pengemis didepan market atau pinggiran lampu merah dan dengan jumlah yang seadanya.
Shaffiya yang membukakan pikiran gue kalau banyak orang disekeliling yang harus di bantu terpelas kamu kenal atau tidak. Singkat cerita ada seorang anak yatim piatu yang diasuh beliau maryam namaya mendadak sakit ada penyumbatan pembuluh darah diotaknya waktu itu dipenghujung ramadhan tahun 2015 dengan suara yang lirih shaffiya cerita semuanya dimulai dari kesana kesini dia mencari dana untuk pengobatan dan gue adalah orang terakhir yang dia hubungi
Tanpa pikir panjang gue memutuskan untuk meminta fiya secepatnya bawa anak ini dan sisa biaya pengobatan waktu itu gue coba untuk tutupi dengan semua yang gue punya, waktu itu adalah hal berat karena gue sudah bertahun-tahun kumpulin uang ini tapi gue coba untuk membulak balikan hati gue.
Gue coba bilang ke diri gue sindiri semua harta gue ini adalah titipan kalau tiba-tiba anak ini berhenti nafas maka gue adalah penyebabnya dan kalau beberapa detik kemuadian allah cabut nyawa lo maka apa yang mau lo jawab ketika allah tanya kenapa kamu tidak selamatkan anak ini padahal kamu sanggup?. Ini adalah pelajaran ikhlas yang pertama buat gue walaupun sejatinya gue masih harus terus belajar.
bulan demi bulan berlalu shaffiya selalu nyempetin untuk ngabarin gue tentang perkembangan Maryam, dan beliau selalu menawarkan kalau dia akan kembalikan semuanya tapi gue selalu bilang ke dia kalau dari awal gue gak pernah utangin kesiapa pun ini pure gue lagi belajar ikhlas. Sejujurnya gue bener-bener pasrah waktu itu entah usaha gue ini akan gulung tikar atau gimana gue dah gak peduli yang penting gue masih bisa makan.
Allahuakbar penghasilan Kasih Ananda naik pesat percaya gak percaya tabungan yang udah gue kumpulin bertahun tahun waktu itu dibalas hanya dalam waktu 4 bulan sama allah janji allah itu nyata gue nangis waktu itu. Gue ini muslim tapi dalam prakteknya masih banyak hal yang belum dilakuin, gue langsung ceritain ini ke shaffiya beliau bilang beberapa donatur juga mengalami hal yang sama. Ingat akhi balasan sedekah itu akan dibalas 700 kali lipat sama allah begitu yang dia bilang, tapi buat gue janji balasan itu hanya sekedar bonus dari allah yang dititipin jangan pernah berharap buat dibalas.
well, inilah ternyata yang bikin harta seorang Bill Gates kaga abis- abis
Tulisan ini cuma untuk reminder dan sharing gak ada unsur macam semua bebas berpendapat
Ada satu momen dibulan sulit yang sama, karena jujur aja diusia yang masih 19 tahun waktu itu gue harus kejar-kejaran dengan tugas-tugas kuliah ditambah lagi usaha yang masih belum stabil membuat gue memutuskan untuk fokus ke salah satu dari pilihan yang diatas. Gue inget waktu itu ibu baru pulang dari pengajian beliau diam sejenak ngeliat mata gue dan bilang "Udah terusin aja nanti juga ada hasilnya" cuma itu jawaban ibu. Gue yakin ibu ngomong kaya gitu bukan tanpa dasar karena dari semua anggota keluarga menurut gue ibu adalah orang yang paling sukses dalam membangun usaha. Gue yang udah setengah putus asa akhirnya mencoba menyambungkan semangat lagi dengan kata-kata ibu yang tadi.
2 tahun berlalu penghasilan kasih ananda yang awalnya hanya mendapat laba bersih sekitar 1 juta perbulan lambat laun semakin naik, gue pun akhirnya lepas dari yang namanya minta jajan ke orang tua kecuali uang kuliah. Mulai tahun 2013 akhirnya gue bisa 50:50 sama ibu untuk bayar uang kuliah barulah di awal 2014 gue bener-bener bisa lepas dari yang namanya minta uang dari orang tua. Usaha keras tidak akan membohongi hasil dan gue selalu bersyukur allah selalu membukakan pintu rizkinya lebar-lebar buat gue walaupun didalam hati gue malu belum bisa memberikan kontribusi banyak untuk agama ini semoga allah mengampuni dosa-dosa diri yang hina ini.
Pertengahan 2015 adalah awal pertemuan gue dengan seorang wanita keturunan jawa Shaffiya namanya beliaulah yang suatu hari akan membukakan mata gue tentang apa itu yang namanya belajar ikhlas. Shaffiya banyak mengajarkan gue untuk pentingnya bersedekah setiap minggu beliau selalu mengingatkan gue tentang hal itu. Sejujurnya gue bersedekah biasanya cuma sama pengemis-pengemis didepan market atau pinggiran lampu merah dan dengan jumlah yang seadanya.
Shaffiya yang membukakan pikiran gue kalau banyak orang disekeliling yang harus di bantu terpelas kamu kenal atau tidak. Singkat cerita ada seorang anak yatim piatu yang diasuh beliau maryam namaya mendadak sakit ada penyumbatan pembuluh darah diotaknya waktu itu dipenghujung ramadhan tahun 2015 dengan suara yang lirih shaffiya cerita semuanya dimulai dari kesana kesini dia mencari dana untuk pengobatan dan gue adalah orang terakhir yang dia hubungi
Tanpa pikir panjang gue memutuskan untuk meminta fiya secepatnya bawa anak ini dan sisa biaya pengobatan waktu itu gue coba untuk tutupi dengan semua yang gue punya, waktu itu adalah hal berat karena gue sudah bertahun-tahun kumpulin uang ini tapi gue coba untuk membulak balikan hati gue.
Gue coba bilang ke diri gue sindiri semua harta gue ini adalah titipan kalau tiba-tiba anak ini berhenti nafas maka gue adalah penyebabnya dan kalau beberapa detik kemuadian allah cabut nyawa lo maka apa yang mau lo jawab ketika allah tanya kenapa kamu tidak selamatkan anak ini padahal kamu sanggup?. Ini adalah pelajaran ikhlas yang pertama buat gue walaupun sejatinya gue masih harus terus belajar.
bulan demi bulan berlalu shaffiya selalu nyempetin untuk ngabarin gue tentang perkembangan Maryam, dan beliau selalu menawarkan kalau dia akan kembalikan semuanya tapi gue selalu bilang ke dia kalau dari awal gue gak pernah utangin kesiapa pun ini pure gue lagi belajar ikhlas. Sejujurnya gue bener-bener pasrah waktu itu entah usaha gue ini akan gulung tikar atau gimana gue dah gak peduli yang penting gue masih bisa makan.
Allahuakbar penghasilan Kasih Ananda naik pesat percaya gak percaya tabungan yang udah gue kumpulin bertahun tahun waktu itu dibalas hanya dalam waktu 4 bulan sama allah janji allah itu nyata gue nangis waktu itu. Gue ini muslim tapi dalam prakteknya masih banyak hal yang belum dilakuin, gue langsung ceritain ini ke shaffiya beliau bilang beberapa donatur juga mengalami hal yang sama. Ingat akhi balasan sedekah itu akan dibalas 700 kali lipat sama allah begitu yang dia bilang, tapi buat gue janji balasan itu hanya sekedar bonus dari allah yang dititipin jangan pernah berharap buat dibalas.
well, inilah ternyata yang bikin harta seorang Bill Gates kaga abis- abis
Tulisan ini cuma untuk reminder dan sharing gak ada unsur macam semua bebas berpendapat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar