Minggu, 03 Desember 2017

Sedekah jadi langkah awal

Dulu agama hanya menjadi formalitas buat hidup gue seperti orang-orang islam indonesia kebanyakan lo cukup sholat dan mengaji cukup itu sudah menyelamatkan hidup lo dari yang namanya siksa neraka. Walaupun sejatinya gue dibesarkan dalam keluarga yang cukup religious tapi tetap aja yang namanya iman orang itu gak bisa diwariskan walaupun ayah anda seorang ulama atau nabi sekalipun. Oke langsung ke intinya dimulai tahun 2012 ada satu tempat usaha yang bangkrut dan gue berinisiatif buat mengakusisi tempat usaha ini dengan pengetahuan pas-pasan gue mengiyakan untuk membangun usaha antah berantah yang udah diujung tanduk. Bulan pertama adalah bulan yang masih sama asalkan kita gak rugi semua masih alhamdulillah, bulan kedua dan selanjutnya usaha ini terpuruk sampai gue harus nombok dari uang simpenan gue. karyawan yang gue pekerjakan ternyata adalah biang keladinya disitu gue belajar supaya jangan terlalu memberikan kepercayaan penuh pada siapa pun itu dan gue harus lebih selektif dalam memilah milih.

Ada satu momen dibulan sulit yang sama, karena jujur aja diusia yang masih 19 tahun waktu itu gue harus kejar-kejaran dengan tugas-tugas kuliah ditambah lagi usaha yang masih belum stabil membuat gue memutuskan untuk fokus ke salah satu dari pilihan yang diatas. Gue inget waktu itu ibu baru pulang dari pengajian beliau diam sejenak ngeliat mata gue dan bilang "Udah terusin aja nanti juga ada hasilnya" cuma itu jawaban ibu. Gue yakin ibu ngomong kaya gitu bukan tanpa dasar karena dari semua anggota keluarga menurut gue ibu adalah orang yang paling sukses dalam membangun usaha. Gue yang udah setengah putus asa akhirnya mencoba menyambungkan semangat lagi dengan kata-kata ibu yang tadi.

2 tahun berlalu penghasilan kasih ananda yang awalnya hanya mendapat laba bersih sekitar 1 juta perbulan lambat laun semakin naik, gue pun akhirnya lepas dari yang namanya minta jajan ke orang tua kecuali uang kuliah.  Mulai tahun 2013 akhirnya gue bisa 50:50 sama ibu untuk bayar uang kuliah barulah di awal 2014 gue bener-bener bisa lepas dari yang namanya minta uang dari orang tua. Usaha keras tidak akan membohongi hasil dan gue selalu bersyukur allah selalu membukakan pintu rizkinya lebar-lebar buat gue walaupun didalam hati gue malu belum bisa memberikan kontribusi banyak untuk agama ini semoga allah mengampuni dosa-dosa diri yang hina ini.

Pertengahan 2015 adalah awal pertemuan gue dengan seorang wanita keturunan jawa Shaffiya namanya beliaulah yang suatu hari akan membukakan mata gue tentang apa itu yang namanya belajar ikhlas. Shaffiya banyak mengajarkan gue untuk pentingnya bersedekah setiap minggu beliau selalu mengingatkan gue tentang hal itu. Sejujurnya gue bersedekah biasanya cuma sama pengemis-pengemis didepan market atau pinggiran lampu merah dan dengan jumlah yang seadanya.

Shaffiya yang membukakan pikiran gue kalau banyak orang disekeliling yang harus di bantu terpelas kamu kenal atau tidak. Singkat cerita ada seorang anak yatim piatu yang diasuh beliau maryam namaya mendadak sakit ada penyumbatan pembuluh darah diotaknya waktu itu dipenghujung ramadhan tahun 2015 dengan suara yang lirih shaffiya cerita semuanya dimulai dari kesana kesini dia mencari dana untuk pengobatan dan gue adalah orang terakhir yang dia hubungi

Tanpa pikir panjang gue memutuskan untuk meminta fiya secepatnya bawa anak ini dan sisa biaya pengobatan waktu itu gue coba untuk tutupi dengan semua yang gue punya, waktu itu adalah hal berat karena gue sudah bertahun-tahun kumpulin uang ini tapi gue coba untuk membulak balikan hati gue.

Gue coba bilang ke diri gue sindiri semua harta gue ini adalah titipan kalau tiba-tiba anak ini berhenti nafas maka gue adalah penyebabnya dan kalau beberapa detik kemuadian allah cabut nyawa lo maka apa yang mau lo jawab ketika allah tanya kenapa kamu tidak selamatkan anak ini padahal kamu sanggup?. Ini adalah pelajaran ikhlas yang pertama buat gue walaupun sejatinya gue masih harus terus belajar.

bulan demi bulan berlalu shaffiya selalu nyempetin untuk ngabarin gue tentang perkembangan Maryam, dan beliau selalu menawarkan kalau dia akan kembalikan semuanya tapi gue selalu bilang ke dia kalau dari awal gue gak pernah utangin kesiapa pun ini pure gue lagi belajar ikhlas. Sejujurnya gue bener-bener pasrah waktu itu entah usaha gue ini akan gulung tikar atau gimana gue dah gak peduli yang penting gue masih bisa makan.

Allahuakbar penghasilan Kasih Ananda naik pesat percaya gak percaya tabungan yang udah gue kumpulin bertahun tahun waktu itu dibalas hanya dalam waktu 4 bulan sama allah janji allah itu nyata gue nangis waktu itu. Gue ini muslim tapi dalam prakteknya masih banyak hal yang belum dilakuin, gue langsung ceritain ini ke shaffiya beliau bilang beberapa donatur juga mengalami hal yang sama. Ingat akhi balasan sedekah itu akan dibalas 700 kali lipat sama allah begitu yang dia bilang, tapi buat gue janji balasan itu hanya sekedar bonus dari allah yang dititipin jangan pernah berharap buat dibalas.

well, inilah ternyata yang bikin harta seorang Bill Gates kaga abis- abis
Tulisan ini cuma untuk reminder dan sharing gak ada unsur macam semua bebas berpendapat


 

  

 

Sabtu, 11 Februari 2017

You never know If you never try

Entah hal ini gue harus tulis dari mana dan bagaimana karena gue pun memulainya dengan perasaan bingung yang hasilnya mungkin menjadi antah berantah tapi memang ini yang gue rasain sekarang dan dari dulu.  Ya, ini buatmu yang dari dulu gue kagumi panggil aja dia Mrs.Girl yang karekternya bisa sangat dewasa persis keibuan dan setiap kalimatnya masuk ke hati gue tapi lima menit kemudian bisa menjadi kaya anak usia 8 tahun yang suka ngajakin becanda gak jelas haha gue cuma bisa ketawa ketemu dengan orang berkeperibadian unik bin ajaib kaya kamu.

Di gedung kampus lantai 4 ruangan ujung gua baru sadar nemuin orang yang sehebat kamu lambat laun kagum yang cuma sekilas gue liat tadi makin meningkat ke level rasa yang lebih tinggi  dengan makin intensnya kita saling berhubungan walaupun itu cuma masalah tugas yang setiap hari makin membabi buta, entahlah waktu itu gue selalu usahain ada saat kamu butuh walaupun cuma sebatas tugas dan obrolan biasa tapi gue berfikir senggaknya cuma ini yang bisa gue lakuin buat kamu, terlepas hati kamu buat siapa? karena dengan bantuin kamu ada kebahagiaan tersindiri yang bisa gue dapet.

Tapi perasaan ini makin menggila coba bayangkan dititik puncak itu setiap gue tidur pasti dimimpinya ada kamu tapi jangan nafting -_-" menyandingkan konotasi mimpi yang macem-macem ya ini pure mimpi biasa tapi anehnya terjadi berturut-turut. Gue tau ini cobaan dari Allah S.WT. untuk menahan ego gue sindiri. jadi gue fikir dengan terpaksa lebih baik gue menjaga jarak dari kamu yang satu moment sering gue tolakin  kalau minta bantuan dan kamu bisa bayangin itu dah kaya tamparan bulak balik yang harus diri aku terima  karena saat itu aku tau pasti terbersit kekecewaan di hati kamu. Mengertilah aku hanya ingin berproses untuk menundukan ego yang menjadi jadi dengan kata lain ini pencarian dari ilmu ikhlas dan sabar yang sedang aku coba terima.

Ini makin diperparah dengan lisan-lisan oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menjaga amanhnya.maaf mungkin sesekali kau tidak nyaman dengan guyonan guyonan mereka ditambah lagi aku sangat mengerti dengan mereka yang menekanmu untuk menjauh. Deretan permaslahan ini menarik kesimpulanku kalau saat saat seperti ini lagi gak sehat sampe berpatokan dengan pepatah bilang mencintai tak harus memiliki aku kira ini keputusan terbaik, tetapi sepertinya tidak hati selalu bertolak belakang dengan logika. Aku selalu rindu saat-saat dekat bersamamu walaupun aku selalu diam agar kau tetap nyaman karena sepertinya belum ada waktu yang tepat untuk membicarakan hal ini. Sampai kita lulus bersama pun aku masih diam karena dengan modal berani dan aku bilang suka kamu pun itu sama halnya membawamu kepada hal-hal yang sekedar main-main dan kenyataanya terburu-buru itu emang gak baik

Aku selalu ingat dengan candaan kamu yang pernah bilang "dia kan kaya karena orang tuanya" hehe aku tau kamu bukan tipe wanita yang melihat seorang pria itu dari hartanya maka tertambatlah kekagumanku yang lain yang ditambah santunmu yang banyak mengajari artinya sebuah kesopanan mereka bilang attitude is everything itu jadiin diri kamu semakin ideal dimataku duh makin berat bahasanya.


Jujur dari kata-katamu itu makin memotivasi gue untuk lebih maju membangun usaha yang jatoh bangun, dirintis dari semster II kuliah dulu sampai akhirnya gue bener-bener bisa berdiri sendiri dan masih inget gak terakhir kamu bilang kalau dikelas itu lelaki yang bisa diandalin gue ini makin bikin hati gue berkecamuk betapa bodohnya gue biarin kamu sendiri sama tugas-tugas kelas dulu. Tapi entah kalau kamu minta tolong selalu ada aja jalanya kaya ada dorongan yang bilang kamu bisa! lebay yah hehe. 
   
Sampe sepertinya  apakah iya waktu sudah sangat terlambat sekarang, maaf kalau aku terlalu lama mememndam ini sejujurnya aku hanya ingin bicara empat mata  tapi memang sepertinya waktumu sangat sulit untuk kau bagi denganku situasi saat ini memang sulit tapi aku tak ingin hidup dalam penyesalan dan yang aku mau hanya berbicara didepanmu dan melihat responmu seperti apa, yang aku yakini jika persolan seperti ini tidak pantas jika hanya diselesaikan lewat pesan singkat aku mau semuanya tuntas dan jelas karena aku menghargai setiap keputusan yang kamu ambil  

Mungkin tulisan di blog ini bisa mewakili sekelumit perasaan apa yang aku pengen sampein sekarang
Aku hanya ingin kamu tahu kalau kamu emang special dan doaku selalu yang terbaik untukmu karena sesungguhnya tak ada sekecil pun penyesalan terhadap apa yang terjadi dulu

You never know If you never try right? and I just want  to finish what I started
I just need your time Aku harap kamu mengerti :)





I.P.S.P.